BREAKING NEWS

Profil

Berita Acara

Bappeda Bone

Berita

Opini

Foto Kegiatan

Artikel

Kamis, 20 Maret 2014

Kesan-Kesan Mengikuti Konfrensi International CCA di Bangkok


Foto Bersama Peserta Perwakilan CARE Indonesia
Ahamdulillah, puji Tuhan, di awal tahun 2014 ini, saya kembali dapat mengunjungi Thailand untuk yang ketiga kalinya. Ketiganya diselenggarakan oleh organisasi tempat saya bekerja (CARE International Indonesia). Kunjungan pertama, terjadi di awal program (BCR CC Project-Building Coastal Resilience to Reduce Climate Change Impact) yakni di bulan Mei tahun 2011. Saat itu, saya bersama PM Leo Sambo, dan Eko Mulyantono (Monev) mewakili Tim BCR CC Indonesia mengikuti Inception Workshop BCR CC Project di Bangkok, Thailand.

Kunjungan kedua terjadi beberapa bulan yang lalu, tepatnya di bulan Agustus 2013, saat dilakukan Cross Learning Visit Indonesia &Thailand. Saya ikut bersama rekan-rekan Fasilitator yang mendampingi Pemerintah dan Komunitas Pesisir lokasi program di kabupaten Bone, Wajo, Luwu dan Luwu Utara provinsi Sulawesi Selatan.

Pada kunjungan ketiga ini, saya mengikuti Konfrensi International tentang Adaptasi Perubahan Iklim berbasis masyarakat (International Confrence Community Based Climate Change Adaptation : Practical Expereinces from coastal south asia, 23-24 Januari 2014, yang dilaksanakan di Holiday Inn Bangkok Siloam, Thailand. Meskipun kondisi Bangkok Thailand saat ini sedang diguncang demonstrasi, hingga beberapa kali panitia mewanti-wanti peserta untuk berhati-hati memilih tujuan “jalan-jalan”, namun tetap dapat terlaksana sesuai yang diharapkan.

Pada moment kunjungan kali ini, seluruh kawan-kawan anggota Tim Fasilitator mendapat kesempatan yang sama untuk ikut menjadi peserta aktif. Sungguh amat berbahagia memperoleh kesempatan langka ini, bisa belajar, berdiskusi dan berdialog bersama orang-orang dari beragam profesi dan lintas Negara.

Begitu banyak inspirasi yang lahir dari orang-orang yang berfikiran besar dan positif. Ilmu dan pengalaman yang mereka punyai tidak hanya dimiliki sendiri. Tapi juga dibagi kepada orang lain yang membutuhkan. Sekecil apapun itu gagasan ataupun juga karya, tetaplah bernilai.

Secara pribadi, saya menangkap kesan positif pada mereka yang saling berbagi. Mungkin waktunya hanya beberapa menit saja, tapi bagi partisipan, hal itu akan memberi mereka inspirasi seumur hidup. Niat mereka mulia, para pembicara dari Pejabat Pemerintah, aktivis LSM, Ilmuwan, bahkan komunitas berdialog secara kritis bagaimana menyusun sebuah konsep dan strategi berkelanjutan dalam memperkuat ketahanan masyarakat pesisir dari dampak negative perubahan iklim.

Ini bukan pekerjaan mudah, sebab strategi Adaptasi Perubahan Iklim berbasis komunitas mendorong terjadinya kolaborasi multipihak dan lintas Negara. Pengetahuan tradisional tentang iklim sebagai kearifan local di masyarakat, tidak mampu lagi memprediksi cuaca secara tepat. Dibutuhkan klarifikasi dari pengetahuan moderen yang berbasis teknologi. Di sinilah tantangan bagi para perencana daerah untuk mampu mengintegrasikan aktivitas adaptasi perubahan iklim ke dalam mekanisme perencanaan lingkungan dan bencana.

Selain saya, juga ikut kawan-kawan District Facilitator dari Wajo (Nurtang Gani), Luwu (Ikhsan Mahfud), Luwu Utara (Mukri Muslimin), serta dari Community Facilitator yakni Aliyas (Bone), Asnita Riko (Luwu), Adriani Arief (Wajo). Dari perwakilan Pemerintah, hadir Wakil Bupati Luwu Utara (Indah Pratiwi), Kepala Bappeda Luwu Utara (Bambang Irawan), Irwansyah Syahruddin (Pemkab Bone), Sukisno (BMKG Wil IV Makassar).

Ada sekira 11 orang rombongan yang berangkat bersama. Sementara sehari sebelumnya, utusan CARE Indonesia, Leonardy Sambo (PM BCR CC) dan Rieneke Rolos, tiba lebih dahulu di Bangkok (21/01/2014) untuk membantu Katrin Von Der Dollen (Project Coordinator BCR CC Thailand and Indonesia) dan Helen Vanwel (Country Director CII) dalam mempersiapkan pelaksanaan Konfrensi.

Selama dua hari, kami mendengarkan pemaparan dari Praktisi, para ilmuwan dan pejabat pemerintah dari negara-negara Asia Tenggara yang berbagi pembelajaran kepada perwakilan komunitas, lembaga pemerintah, LSM, lembaga penelitian tentang adaptasi berbasis masyarakat di wilayah pesisir dalam 4 kelompok tematik kunci yang fokus pada pelajaran dari penilaian kerentanan, informasi iklim, akses dan distribusi informasi iklim dan pengarusutamaan adaptasi perubahan iklim ke dalam proses perencanaan.

Terima kasih kepada CARE International Indonesia yang telah memberi kesempatan berharga ini.

Irwansyah, Jadi Pembicara di Konfrensi International di Thailand

Irwansyah, menjadi pembicara di Konfrensi International di Bangkok Thailand


Pemerintah kabupaten Bone perlu berbangga, sebab salah seorang (ex) Pejabatnya menjadi pembicara pada Konfrensi International bertema “Community Based Climate Change Adaptation, Practical Experiences from Coastal South East Asia” di Bangkok Thailand.

H. Irwansyah Syahruddin, mantan Kepala Bappeda Bone mendapat kehormatan menyampaikan presentasi dihadapan peserta Konfrensi yang dihadiri sejumlah perwakilan pemerintah dan komunitas di negara-negara pesisir Asia Tenggara, di Hotel Holiday Inn Bangkok, tanggal 23-24 Januari 2014.

Sebagai focal point pada Program Adaptasi Perubahan Iklim, kerjasama CARE International Indonesia & Rakst Thailand yang disupport oleh Uni Eropa, Irwansyah, yang mewakili Pemerintah pada lokasi Program BCR CC di kabupaten Bone, Wajo, Luwu dan Luwu Utara, diundang khusus oleh Panitia untuk mempresentasikan tentang “Pengarusutamaan Adaptasi Perubahan Iklim berbasis komunitas ke dalam Perencanaan Daerah”. 

Dihadapan peserta, Irwansyah secara lugas  berbicara dalam bahasa Inggris menyampaikan komitmen pemerintah Indonesia khususnya di kabupaten Bone tentang pentingnya membangun ketahanan masyarakat pesisir agar memiliki kemampuan menghadapi dampak negatif perubahan iklim.

Irwansyah menjadi pembicara di hari ke-dua (24/01), bersama Ms Tassanee Surawanna-Raks Thai Foundation-Thailand, Ms Ngyen Thi Yen-CARE International Vietnam, dan Mr Yusuke Taishi dari UNDP, yang dipandu oleh Sabine Dier, CARE Deustschland-Luxemburg.

Konfrensi International yang diselenggarakan oleh CARE dan Uni Eropa, sengaja mengundang para Praktisi, ilmuwan dan pejabat pemerintah dari negara-negara Asia Tenggara untuk berbagi pembelajaran dari masyarakat, lembaga pemerintah, LSM serta lembaga penelitian tentang adaptasi berbasis masyarakat di wilayah pesisir dalam 4 kelompok tematik kunci yang fokus pada pelajaran dari penilaian kerentanan, informasi iklim, akses dan distribusi informasi iklim serta pengarusutamaan adaptasi perubahan iklim ke dalam proses perencanaan. (RaRa, 26.01.2014)

Orientation On Climate Change Adaptation For Journalist




Jurnalisme warga (bahasa Inggris: citizen journalism) adalah kegiatan partisipasi aktif yang dilakukan oleh masyarakat dalam kegiatan pengumpulan, pelaporan, analisis serta penyampaian informasi dan berita. Tipe jurnalisme seperti ini akan menjadi paradigma dan tren baru tentang bagaimana pembaca atau pemirsa membentuk informasi dan berita pada masa mendatang.

CARE International Indonesia, dengan dukungan pendanaan dari Uni Eropa (The European Union) melaksanakan program BC-RCC (Building Coastal-Resilience to reduce Climate Change impact in Indonesia and Thailand), yang bertujuan untuk membangun ketahanan masyarakat pesisir guna mengurangi dampak  negative perubahan iklim. Program ini telah berlangsung sejak Februari 2011 hingga Januari 2014 di Indonesia dengan locus kegiatan di 4 kabupaten di pesisir Teluk Bone yakni di kabupaten Bone,Wajo, Luwu  dan Luwu Utara.  

Menindaklanjuti hasil rekomendasi dari Konsultan Monev Uni Eropa terkait perpanjangan program selama 3 bulan, maka di phase Non Cost Extention ini (Februari-April 2014), diharapkan terjadi perluasan informasi pembelajaran dan dampak dari program ke para pihak, dengan mendorong peran media (cetak dan elektronik).

Oleh karena itu pembelajaran dari hasil pendampingan program yang telah memberikan dampak perubahan di komunitas dan pemerintah lokal penting untuk didokumentasikan, sehingga media memiliki informasi yang cukup untuk disebarluaskan. Di lain sisi, untuk mengoptimalkan peran media dalam mendorong penyebarluasan informasi tersebut, maka CARE International Indonesia selaku pelaksana program penting untuk berbagi pengetahuan tentang Update progress Program Adaptasi Perubahan Iklim kepada pihak media massa (Jurnalis) dalam rangka perluasan informasi  terkait iklim yang berbasis komunitas (Community Base Adaptation)

Guna mencapai tujuan tersebut, maka pada tanggal 13-14 Maret 2014 bertempat di Hotel M-Regency Makassar, dilaksanakan Orientasi CCA kepada pihak Media (Jurnalis). Orientasi ini dihadiri oleh kurang lebih 40 orang perwakilan berbagai media cetak dan elektronik baik dari daerah lokasi program maupun dari perwakilan media di Makassar, perwakilan pemerintah lokal bagian Humas/Infokom. Forum juga berhasil menghadirkan Narasumber dari Akademisi-UNHAS, Prof. Jamaluddin Jompa, BMKG Wilayah IV Makassar, dan Persatuan Wartawan Indonesia provinsi SulSel.

Hasilnya, forum orientasi berhasil melahirkan komitmen bersama dari pihak media untuk keberpihakan kepada pemberitaan yang adaptif perubahan iklim, serta mendorong partisipasi aktif dari masyarakat dalam kegiatan pengumpulan, pelaporan, analisis serta penyampaian informasi dan berita terkait iklim khususnya adaptasi perubahan iklim.

Rencana Tindak Lanjutnya Pasca Orientasi, adalah kegiatan lanjutan di masing-masing daerah lokasi program. Kegiatannya diarahkan kepada perluasan informasi terkait Adaptasi Perubahan Iklim dari pihak Media melalui liputan pemberitaan, sekaligus mengenalkan Jurnalisme Warga kepada para Volunteer (Fasilitator desa), sehingga akan terbuka peluang bagi masyarakat untuk berkontribusi berbagi cerita dan berita dari wilayahnya. (RaRa 15.03.2014)
 

Jumat, 03 Januari 2014

Dokumentasi Kunjungan Konsultan Monev Uni Eropa ke Bone

Berdiskusi bersama komunitas di Dusun Bone Lampe Desa Bulu-Bulu Kec. Tonra Kab. Bone, 4/12/2013

Berdiskusi bersama komunitas di Dusun Bone Lampe Desa Bulu-Bulu Kec. Tonra Kab. Bone, 4/12/2013
Foto bersama Konsultan Monev Uni Eropa, Mr Danielle dan Project Coordinator BCR CC Katrine Von Der Dollen

Rombongan Konsultan Uni Eropa berdiskusi dengan anggota Tim Teknis Kab. Bone
Bersilaturrahim dengan Kepala Bappeda Bone, Drs.H. Abu Bakar

Care Indonesia Gandeng Bappeda Perkuat Kapasitas Perencana Wilayah Pesisir

Kepala Bappeda Bone, Drs. H. Abu Bakar memberikan sambutan pada pembukaan


“Diharapkan, setelah pelatihan selesai, para perencana semakin meningkat pemahamannya tentang perencanaan, khususnya terkait perencanaan yang adaptif perubahan iklim dengan memanfaatkan dokumen Village Vision Mapping, sekaligus memiliki kemampuan memfasilitasi proses perencanaan (mis. Musrenbang) secara efektif dan partisipatif di masing-masing wilayahnya,” kata Rahman Ramlan, District Facilitator CARE Kab. Bone, yang menyampaikan rencana Pelatihan Perencanaan bagi pemerintah kecamatan dan desa pesisir, yang akan dilaksanakan pada hari Rabu, 11 Desember 2013, di Wisma Tirta Kencana.

Menurut Rahman, ada sekira 40 orang peserta yang akan mengikuti kegiatan Pelatihan yang dijadwalkan  dibuka oleh Kepala Bappeda & Statistik Kabupaten Bone. Pelatihan akan dipandu langsung oleh Fasilitator CARE, yang akan memaparkan informasi Program Adaptasi Perubahan Iklim dan Perencanaan yang Adaptif Perubahan Iklim berbasis masyarakat (CBA-Community Base Adaptation) yang terdiri atas empat komponen utama yaitu Pembangunan Kapasitas Lokal, Pengurangan Resiko Bencana, Mata Pencaharian yang tahap terhadap iklim, serta Mengatasi Penyebab Mendasar Kerentanan.

Sementara Materi dari Bappeda & Statistik, memfokuskan kepada informasi arah dan kebijakan pembangunan kabupaten Bone tahun 2014, dan progress dokumen RPJMD Bone tahun 2013-2018 yang sudah ditetapkan oleh legislatif, serta mendiskusikan tentang Sistem dan Mekanisme Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) untuk tahun 2014.

Program Adaptasi Perubahan Iklim atau BCR CC Project (Building Coastal Resilience to reduce Climate Change Impact in Indonesia), merupakan program kerjasama CARE International Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Bone yang ditujukan untuk memperkuat ketahanan masyarakat pesisir dari dampak negatif perubahan iklim.

Salah satu target program adalah terintegrasikannya aktivitas adaptasi perubahan iklim ke dalam mekanisme perencanaan daerah, lingkungan dan pengurangan resiko bencana mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten.

Jumat, 29 November 2013

ruang kata: Bersikap Ramah Pada Perempuan

Jumat, 22 November 2013

Sosialisasi Akses Informasi Iklim dan Cuaca Kab. Bone



 
Rahman Ramlan, DF Bone melaporkan kegiatan


Pelaksanaan Sosialisasi Akses Informasi Iklim dan Cuaca oleh Tim BMKG Wilayah IV Sulawesi yang diselenggarakan oleh CARE International Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bone, Kamis 17 Oktober 2013 di Ruang Rapat Kantor Bappeda & Statistik Kab. Bone, berhasil mendorong lahirnya sebuah komitmen bersama untuk membentuk sebuah Tim Satuan Tugas yang akan menjadi Penanggungjawab pengelolaan informasi iklim dan cuaca di kabupaten Bone.

Drs. H. Abu Bakar, Kepala Bappeda & Statistik Kabupaten Bone selaku Ketua Tim Koordinasi Program Adaptasi Perubahan Iklim yang memandu proses diskusi penyatuan pemahaman terkait Disain Akses Informasi Iklim dan Cuaca, menyatakan bahwa informasi yang disampaikan oleh BMKG penting untuk ditindaklanjuti dengan menyegerakan membentuk sebuah satuan tugas yang terdiri dari perwakilan personil dari Badan, Kantor, Dinas atau organisasi pemerintah yang akan bertanggungjawab terhadap informasi iklim dan cuaca agar mudah diakses oleh masyarakat.

“Saya akan berkonsultasi dengan Bupati, untuk segera mewujudkan rencana ini, dan saya berharap CARE International Indonesia dapat membantu mendisain strategi dan bentuk yang tepat Tim ini nantinya,” kata H. Abu Bakar, yang baru sekitar dua bulan menjabat sebagai Kepala Bappeda Bone.
Partisipan Sosialisasi Akses Informasi Iklim dan Cuaca Tingkat Kab. Bone

Ada sekitar 45 orang peserta yang berasal dari perwakilan Badan, Kantor dan Dinas terkait, 
Pemerintah Kecamatan Pesisir, para Kepala Desa dan Lurah lokasi program BCR CC, anggota Tim Teknis dan Mitra LSM yang  menghadiri kegiatan sosialisasi yang dibuka oleh Bupati Bone yang diwakili oleh A. Chaerul Saleh, Staf Ahli bidang Ekonomi dan Pembangunan.


Chairul Saleh, Staf Ahli Setda Bone didampingi H. Abu Bakar-Kepala Bappeda Bone

Dalam sambutannya, Bupati Bone menyambut baik hadirnya BMKG di kabupaten Bone, dan mengucapkan terima kasih kepada CARE International Indonesia yang telah banyak membantu pemerintah dan masyarakat kabupaten Bone dalam hal penguatan ketahanan masyarakat pesisir dari dampak negatif perubahan iklim.
 
PM BCR CC, Leo Sambo menjelaskan hal terkait kegiatan sosialisasi yang dikerjasamakan dengan BMKG
Sementara itu, Project Manager BCR CC, Leonardy Sambo dalam laporan pengantar kegiatan menyampaikan bahwa pelaksanaan Sosialisasi Akses Informasi Iklim dan Cuaca merupakan tindaklanjut dari hasil Workshop Akses Informasi Iklim dan Cuaca bekerjasama dengan BMKG Wilayah IV Sulawesi yang dihadiri perwakilan Pemerintah 4 kabupaten lokasi program BCR CC.

“Diharapkan melalui kegiatan sosialisasi ini, akan dapat mendorong komitmen pemangku kepentingan/stakeholder dalam mempersiapkan disain yang tepat untuk menyebarluaskan informasi iklim dan cuaca yang mudah diakses oleh masyarakat,” harapnya.
 
Sujarwo, perwakilan BMKG memaparkan sistem informasi iklim dan cuaca
BMKG Wilayah IV Sulawesi yang diwakili oleh Sujarwo dan Dadi, berterima kasih kepada pihak CARE International Indonesia yang telah menjembatani kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bone dalam hal pengelolaan akses informasi iklim dan cuaca yang mudah diakses oleh masyarakat atau komunitas. 

Para Peserta Sosialisasi dari berbagi Instansi terkait

 
Copyright © 2012 API BONE
apibone@yahoo.com /e-mail